Postingan

Sepotong Cinta Rasa Abu-Abu

J am dinding menunjukkan pukul 19.03.   Dengan tergesa-gesa, Robin mengambil polo shirt biru dari dalam lemari pakaian dan segera mengenakannya. Sudah tidak ada waktu lagi, pikirnya. Andai saja sejak tadi ia sudah merencanakan semuanya dengan matang, tentu saat ini ia tidak perlu panik seperti orang yang kebakaran jenggot. Robin harus bergegas. Rencana ini tidak boleh gagal. Ia harus bisa menepati janjinya. Jangan sampai predikat laki-laki yang tidak bisa menepati janji melekat pada dirinya. Beruntung letak toko buku terdekat dari rumahnya hanya sekitar sepuluh kilometer. Meskipun begitu, ia masih saja panik karena belum tahu akan membeli buku apa. Ibaratnya seperti orang yang mau memasak tapi tidak tahu resep masakannya. Sambil memanaskan mesin mobilnya, Robin mengirimkan pesan singkat kepada Alice . Alice adalah teman satu sekolahnya, meskipun kelas mereka berbeda karena mereka meminati jurusan yang berbeda. Seharusnya Alice adalah adik kelas Robin karena umurnya l...

The Fast and Furious-nya Indonesia, "Street Society"

Halo my loyal readers!! : )  Kali ini gue akan membahas mengenai film . Buat kalian yang ngaku pecinta film, baik itu film luar maupun film Indonesia, kalian gak update kalo belom nonton film ini. Film yang akan gue sharing-kan kali ini adalah film balapan karya anak bangsa yang berjudul “Street Society”. Gue waktu itu nonton di hari ketiga perilisannya. Buat lo yang udah nonton maupun belom, mungkin tulisan gue ini bisa menceritakan tentang jalan ceritanya. Film ini bisa tergolong dalam genre drama, racing, dan sedikit action.                                            Film yang disutradarai oleh Awi Suryadi ini berbeda dengan film-film Indonesia kebanyakan yang bergenre drama cinta ataupun horror. Memang di dalam film ini masih ada unsur dramanya, tapi ...