Sepotong Cinta Rasa Abu-Abu
J am dinding menunjukkan pukul 19.03. Dengan tergesa-gesa, Robin mengambil polo shirt biru dari dalam lemari pakaian dan segera mengenakannya. Sudah tidak ada waktu lagi, pikirnya. Andai saja sejak tadi ia sudah merencanakan semuanya dengan matang, tentu saat ini ia tidak perlu panik seperti orang yang kebakaran jenggot. Robin harus bergegas. Rencana ini tidak boleh gagal. Ia harus bisa menepati janjinya. Jangan sampai predikat laki-laki yang tidak bisa menepati janji melekat pada dirinya. Beruntung letak toko buku terdekat dari rumahnya hanya sekitar sepuluh kilometer. Meskipun begitu, ia masih saja panik karena belum tahu akan membeli buku apa. Ibaratnya seperti orang yang mau memasak tapi tidak tahu resep masakannya. Sambil memanaskan mesin mobilnya, Robin mengirimkan pesan singkat kepada Alice . Alice adalah teman satu sekolahnya, meskipun kelas mereka berbeda karena mereka meminati jurusan yang berbeda. Seharusnya Alice adalah adik kelas Robin karena umurnya l...